Filasafat
Muda Berdaya Karya Raya
Quarter life crisis adalah situasi-situasi psikologis yang dihadapi oleh kebanyakan orang di usia awal dua puluhan hingga pertengahan tiga puluhan. Pada periode ini akan terjadi ketidakpercayaan diri, keraguan, dan kekecewaan pada hal-hal seputar karir, hubungan, dan kondisi finansial. Perasaan-perasaan ini yang membuat manusia merasa tidak cocok dengan dunia, tetapi tak tahu harus berbuat apa.
Buku Muda. Berdaya. Karya Raya! merupakan kisah nyata Fahd Pahdepie, sang penulis. Fahd mengemas karyanya dengan gaya jurnal karena yakin semua orang punya cara sendiri untuk mengatasi masalah yang sedang dilalui. Oleh karena itu, penulis mengharapkan agar bukunya digunakan sebagai refleksi dan renungan diri bukan menjadi buku panduan. Buku ini memiliki 10 bagian yang dibagi lagi menjadi beberapa subbagian yang mengajak pembaca untuk mengarungi sebuah proses kehidupan Fahd dari masa terburuknya hingga bangkit menjadi seorang penulis, aktivis, dan pengusaha sukses.
Pertama, Fahd bercerita mengenai cita-cita dan masa terburuk kehidupannya yaitu ayahnya bankrut dan ditipu oleh teman ayahnya sehingga semua harta, tahta, dan jabatan hilang. Perlakuan kasar rentenir kepada ibu dan adik perempuannya telah menjadi trauma sekaligus pemecut Fahd untuk meraih kesuksesannya. Fahd yang kecil sudah bercita-cita menjadi penulis mulai membangun pijakannya dengan lomba menulis karya tulis kandungan Al-Quran tingkat provinsi hingga nasional. Fahd berkata bahwa "Jadilah penulis. Jika kau mati, kata-katamu tidak” mengisyaratkan bahwa Fahd menjadi penulis bukan hanya karena uang, tetapi juga ia ingin pemikirannya yang tertulis didalam karya-karyanya dapat abadi di dunia dan bermanfaat bagi orang lain.
Kedua, Fahd bercerita mengenai tujuan hidupnya. Fahd mewujudkan impian-impiannya dengan satu prinsip yaitu memulai dari akhir. Dengan memulai dari akhir, kita harus menentukan tujuan dan merancang jalan untuk mencapainya. Tujuan yang sudah ditentukan akan dipertemukan dengan kita bila dicari. Kekalahan mungkin akan terjadi sehingga Fahd mengutip kata yang ditulis W. Thackeray yaitu " Apapun kamu nanti, cobalah untuk menjadi yang terbaik". Jadi, bila kita mengalami kegagalan maka harus berusaha menjadi yang terbaik sejauh kemampuan dan terus bergerak menatap masa depan. Fahd juga memberi saran bahwa kita jangan menyepelekan kata-kata yang terucap oleh mulut.
Ketiga, Fahd bercerita mengenai semangat pantang menyerah. Fahd mengalami kegagalan dalam bisnis umrohnya sehingga merugi miliaran, tetapi setelah itu keuntungan-keuntungan mulai diraih bisnisnya. Fahd dan rekan-rekan bisnisnya tidak tahu doa jemaah mana yang dikabulkan Allah hingga bisnisnya kembali pulih. Fahd pun berpesan agar kita harus terus bergerak meskipun hidup ini terasa begitu sulit. Dalam menjalankan bisnisnya, Fahd selalu berkomitmen pada terpenuhinya hak dan kewajiban masing-masing pihak. Selain itu, Fahd mengajarkan untuk menjadi diri sendiri daripada menjadi KW Super Premium sekalipun. Fahd juga berpendapat bahwa hidup yang tidak ada karyanya maka tidak layak untuk diteruskan.
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Resensi Buku Muda. Berdaya. Karya Raya!", Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/achmad16667/6390b1674addee227d3230f3/resensi-buku-muda-berdaya-karya-raya
Kreator: Achmad Faiz
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
| SSB02746S | 155.25 FAH m | (Filsafat) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain