Non Fiksi SMA
Habibie dan Ainun
Sebenarnya buku ini bukanlah novel. Kisah yang diangkat di dalamnya pun bukan fiksi. Buku ini ditulis langsung oleh Bapak Habibie yang ia tujukan untuk mengenang mendiang ibu Ainun, sang isteri. Jadi, buku ini serupa Otobiografi. Penggalan kisah cinta dalam dunia nyata mantan Presiden Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie. Meski pada akhirnya, harus juga diakui bahawa gaya menulis bapak Habibie dalam buku ini sama dengan cara novelis bercerita.
Secara umum, kisah yang ditulis Pak Habibie ini bercerita semua hal tentang Ibu Ainun, mulai dari pertemuan pertama mereka hingga detik-detik maut memisahkan cinta keduanya. Kisah ini sangat inspiratif. Tentang cinta yang tulus dan sederhana. Sebenarnya, Ibu Ainun dan Bapak Habibie saat SD, bersekolah di tempat yang sama. Hanya saja pada waktu itu, ia belum merasakan getar cinta. Alih-alih suka, ia malah terkesan suka mengejek Ibu Ainun yang dianggapnya berkulit gelap. Pak Habibie bahkan menjuluki ibu Ainun dengan sebutan Gula Jawa. Meski suka menjahili Ibu Ainun muda, namun semua guru selalu menjodohkan mereka meski hanya terkesan sebagai ejekan.
Rasa cinta bapak Habibie pada ibu Ainun justru baru lahir pada saat mereka dipertemukan di waktu lain, dimana mereka berdua telah dewasa. Saat ini, Fanny, adik bapak Habibie mengajaknya berkunjung saat hari raya ke kediaman keluarga Ibu Ainun. Saat pertama kali melihat Ainun, bapak Habibie langsung bergetar hatinya. Cinta bapak Habibie tersebut disambut oleh ibu Ainun. Dalam waktu yang singkat keduanya sepakat untuk menikah.
| B00080S | 920 BAC h | Perpustakaan SSB Pidie | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain